ANALISIS DAN MAKNA TEOLOGI KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM KONTEKS PLURALISME AGAMA DI INDONESIA

Erman Sepniagus Saragih

Abstract


Abstrak

Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Keadaan ini berpeluang dan sensitif terhadap konflik sosial jika sikap toleran yang rendah, kepentingan politik dan fanatisme. Tujuan penulisan yaitu menemukan makna teologi “Ketuhanan” dalam konteks pluralisme agama. Metologi penelitian dilakukan dengan studi analisis isi. Kesimpulannya yaitu, pertama; kata ketuhanan tidak boleh difahami dari aspek agama tertentu saja dalam kemajemukan di Indonesia. Kedua; ketuhanan berarti sifat-sifat yang mengindahkan Tuhan sebagai tampilan antropomorfis oleh agama manapun. Ketiga; Ketuhanan merupakan hasil sejarah perumusan sila pertama Pancasila dengan kesadaran akan bhineka sebagai realita yang harus dirawat, dijunjung tinggi dan dihormati dalam berbagai aspek hidup melebihi agama.

Kata Kunci : Ketuhanan Yang Maha Esa, Pluralisme Agama, Teologi

Abstract

A plural nation these circumstances are likely and sensitive to social conflict if low tolerance, political interests and fanaticism. The purpose of writing is to find the meaning of theology of as mentioned earlier in the context of religious pluralism. The methodology by content analysis, further interpret theologically. The concludes the theological meaning of God in the first principle of the Pancasila; is first, the meaning of divinity should not be understood from certain aspects of religion only in the context of pluralism in Indonesian. Second; divinity means the properties of God or attributes that need the God as an anthropomorphic appereance of and for any religions. Third; the sentences of “belief in the one and only God is the achierement of reconciliation of the historical resultsof the first principle of pancasila with the awareness of the difference as a reality that must be nurtured, upheld and respected in various aspects of life beyond certain religious values.

Keywords: Ketuhanan Yang Maha Esa, Pluralism, Theology


Keywords


Ketuhanan Yang Maha Esa, Pluralisme Agama, Teologi

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. (2000) Dinamika Islam Kultural: Pemetaan Atas Wacana Islam Kontemporer, Bandung: Mizan.

Ali, HA. Mukti, Penelitian Agama (Suatu Pembahasan tentang Metode dan Sistem); Perpustakaan Digital UIN Kalijaga Yogyakarta, 2008.

Arif, S. (2016). Falsafah Kebudayaan Pancasila: Nilai dan Kontradiksi Sosialnya. Jakarta: Gramedia.

Anderson, Paul N. (1999) “The Having–Sent-Me Father: Aspects of Agency, Encounter, and Irony in the Johannine Father-Son Relationship”, dalam God the Father in the Gospel of John, Ed. By. Adele Reinhartz, Atlanta: The Society of Biblical Literature.

Banawiratma, J. B.(2000), “Kristologi Dalam Pluralisme Religius”, Orientasi Baru Vol. 59 No. 13, September.

Brinkmann, Martien E. (2009) “Christian-Muslim Dialogue: the Relationship Between Jesus and God”, Reformed World, Vol. 67 No.2, September.




DOI: https://doi.org/10.46965/jtc.v2i1.175

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Cultivation






 LP2M IAKN Tarutung

Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung
Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
email: jurnalteologicultivation@gmail.com

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.