Teologi Praktis Dalam Gereja Untuk Mewujudkan Moderasi Agama Berdasarkan Matius 5:13-16

Beriaman Ndruru, Dyulius Thomas Bilo, Yeremia Hia

Abstract


Konflik umat beragama di Indonesia menjadi tantangan yang pelik dalam membangun keutuhan dan kesatuan wawasan bangsa. Dewasa ini, tidak jarang terjadihnya praktik keagamaan yang bersifat eksklusif yang melahirkan radikalisme dan fanatisme. Bahkan rawan terjadi diskriminatif dari kebanyakan kelompok terhadap minoritas. Artikel ini untuk menanggapi tantangan yang ada dengan menawarkan gagasan yang bersifat deradikalisasi. Salah satu cara yang ditempuh adalah mewujudkan moderasi beragama yang baik ditinjau dari prepektif pembelajaran agama kristen. Metode ini mengejawatahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan serta membangun kebaikan universal yang berlandaskan prinsip adil, berimbang serta menaati konstitusi konvesi berbangsa. Moderasi beragama harus dipahami sebagai tanggungjawab bersama dalam menjaga keseimbangan yang paripurna. Dengan harapan bahwa semua suku, etnis, budaya, agama dan pihak politik hendaknya saling mendengarkan satu dengan yang lain serta belajar mengendalikan dan meluluh lantakkan perbedaan di antara mereka. Riset ini ditulis menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Bersumber pada hasil kajian, peran hamba Tuhan dalam mewujudkan moderasi beragama dengan meningkatkan perilaku saling mengasihi, meningkatkan perilaku saling tolong membantu, serta meningkatkan perilaku saling menghargai perbedaan. Kesimpulan akhir dari artikel ini adalah bahwa esensi peran Hamba Tuhan sangat penting. Peran ini mempunyanyi nilai simbiosis mutualisme terhadap bangsa dalam mewujudkan moderasi beragama yang baik di Indonesia.

Keywords


teologi praktis; moderasi agama; hamba Tuhan

Full Text:

PDF

References


Agus Akhmadi. “Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation in Indonesia ’ S Diversity.” Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. 2 (2019): 45–55.

Andrianti, Sarah. “Yesus, Taurat Dan Budaya.” Jurnal Antusias 2, no. 3 (2013).

Boillu, F. M. “Peran Pendidikan Agama Kristen Sebagai Strategi Dalam MAsyarakat Majemuk Dalam Menangkal Radikalisme Agama Di Indonesia.” Jurnal: Rontal Keilmuan 6, no. 2 (2020).

Ghota, Noel, and Prima Bayu. “Belajar Menghargai Kearifan Lokal Dari Yesus Dalam Matius 22:3.” Jurnal Teologi Kristen: Visio Dei 1, no. 2 (2019).

Hendriks, Howards. Christian Education Foundation For the Future. Chicago: Moody Press, 1991.

J.H., Wright Christoper. Becoming Like Jesus. jawaTimur: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2017.

Lestari, Gina. “Radikalisme Atas Nama Agama Dalam Perspektif Intelektual Muda Di Tengah Realitas Multikultural.” Khazanah Theologia 3, no. 3 (2021).

Muri Yusuf. Metode Penelitian:Kuantitatif, Kualitatif Dan Penelitian Gabungan,. Jakarta, 2017.

Parmono, Aji Suseno Yonathan Wingit. “Tantangan Humanisme Dalam Disrupsi Sebagai Sosiologi Pluralisme Iman Kristen.” MIkitab: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 1, no. 2 (2021): 109–23.

Purba, Jhon Leonardo Presley. “Peran Gereja Dan Hamba Tuhan Dalam Menghadapi Perilaku Intoleransi Dan Fundamentalis.”

Apostolos: Journal of Theology and Christian Education 1, no. 1 (2021): 22–33. https://doi.org/10.52960/a.v1i1.10.

Purwaningsih, Eko. Pentingnya Hidup Rukun. Jakarta: PT. Balai Pustaka, 2012.

Rantung, Djoys A. “Peran PAK Dalam Gereja Untuk Menangkal Radikalisme Dan Fundamentalisme Agama Di Kalangan Generasi Muda.” Shanan: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 2, no. 1 (2018).

Rumagit, Stev Koresy. “Kekerasan Dan Diskriminasi Antar Umat Beragama Di Indonesia.” Lex Administratum 1, no. 2 (2013): 56–65.

Siagian, Raulina. “Perjumpaan Transformatif Yesus Dengan Perempuan.” Jurnal Shanan 3, no. 1 (2019): 73–83. https://doi.org/10.33541/shanan.v3i1.1574.

Siburian, Togardo. “Perspektif Kristologis Mengenai ‘ Yesus Guru Agung .’” Stulos 16/2 2, no. Juli (2018): 179–206.

Sihombing, Warseto Freddy, and Antonius Seri. “Membangun Teologi Pendidikan Agama Kristen Di Gereja Lokal.” Jurnal Teruna Bhakti 5, no. 1 (2022): 126–35. http://stakterunabhakti.ac.id/e-journal/index.php/teruna/article/download/70/86.

Sitepu, Nathanail. “Makna Garam Dan Terang Dalam Matius 5 : 13-16 Bagi Pengikut Kristus.” HARVESTER: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen 7, no. 2 (2022): 116–24. https://doi.org/10.1177/2056997117729621.6.

Suratman, Efesus, Muryati, Gernaida K.R. Pakpahan, Yusak Setianto, and Andreas Budi Setyobekti. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif

Hukum Kasih.” Prosiding Pelita Bangsa 1, no. 2 (2021).

Syukurman. Memahami Pendidikan Dari Aspek Multikulturalisme. Jakarta: Kencana, 2020.

Tarigan, Iwan Setiawan, Maria Widiastuti, and Warseto Freddy Sihombing. “Hukum Kasih Sebagai Fondasi Hidup Kristen Sejati.” Jurnal Teologi Cultivation 6, no. 1 (2022): 143–60.

Tarigan, Warseto Freddy Sihombing dan Iwan Setiawan. “Sign and Its Significance in John’s Gospel.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat Vol. 6, no. 1 (2022): 59–69. https://doi.org/: https://doi.org/10.46445/ejti.v6i1.401.

Tiha, Rafael justin a., and ... Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Desa Tobing. Academia.Edu, n.d.

Wicaksana, Arif, and Tahar Rachman. “済無No Title No Title No Title.” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. 3, no. 1 (2018): 10–27.

Widjaja, Fransiskus Irwan. “Pluralitas Dan Tantangan Misi: Kerangka Konseptual Untuk Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk.” Regula Fidei 4, no. 1 (2019): 1–13. https://doi.org/10.33541/jrfvol1iss1pp115.

Yuniarto, Bambang. Wawasan Kebangsaan. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA, 2021.




DOI: https://doi.org/10.46965/jch.v7i2.2366

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright © 2020
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung
Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
email: warsetofreddy@gmail.com