Prinsip-Prinsip Penggembalaan Berdasarkan Injil Yohanes 10:1-21

Alferdi Alferdi

Abstract


ABSTRACT

 The leadership crisis in the church, especially the church pastor, is a very touching phenomenon. How not, this crisis affects the church's growth, especially spiritual growth. Because of this crisis, so here and there many congregations then no longer heed their faith, and even chose to leave Jesus. The cause of this crisis is none other than the pastors of the church who do not know what their principles are in carrying out pastoral care. This article examines the principles of a church pastor. The principle of shepherding will be explored based on the text of the Gospel of John 10: 1-21, which is a parable told by Jesus about the Good Shepherd. When a pastor in the church understands what the principles of a pastor are, it will certainly be an advantage that that way the ministry in the church will run well. Writing this article uses a qualitative approach with literature review. This approach seeks to analyze the text of the Gospel of John 10: 1-21 with various sources from books and online journals. This research shows that in the Gospel of John there are several principles of a shepherd, namely, shepherding is a calling, caring for, and sacrifice. These three things must be interpreted properly as a pastor, to lead to a ministry that is oriented towards church growth from various aspects, not a pastoral ministry that is only selfish or just looking for profit.

ABSTRAK

Krisis kepemimpinan dalam Gereja khususnya gembala jemaat adalah sebuah fenomena yang begitu mengharukan. Bagaimana tidak, krisis ini mempengaruhi pertumbuhan jemaat secara khusus pertumbuhan rohani. Karena krisis ini, sehingga di sana sini banyak jemaat yang kemudian tidak lagi mengindahkan iman mereka, dan bahkan memilih meninggalkan Yesus. Penyebab dari krisis ini tidak lain karena gembala jemaat tidak mengetahui apa yang menjadi prinsip mereka dalam melaksanakan penggembalaan. Artikel ini membahas apa yang menjadi prinsip dari seorang gembala jemaat. Prinsip penggembalaan akan ditelusuri berdasarkan teks Injil Yohanes 10:1-21, yaitu sebuah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus mengenai Gembala yang baik. Ketika seorang gembala dalam jemaat mengerti apa prinsip dari seorang gembala, tentu akan menjadi suatu keuntungan bahwa dengan jalan itu pelayanan dalam jemaat akan berjalan dengan baik. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan. Pendekatan ini berusaha menganalisis teks Injil Yohanes 10:1-21 dengan berbagai sumber dari buku maupun jurnal-jurnal online. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Injil Yohanes ada beberapa prinsip dari seorang gembala yaitu, penggembalaan adalah panggilan, pemeliharaan, dan pengorbanan. Ketiga hal ini harus dimaknai dengan baik sebagai seorang gembala, untuk menuju pada pelayanan yang berorientasi pada pertumbuhan jemaat dari berbagai aspek bukan pelayanan penggembalaan yang hanya mementingkan diri sendiri ataupun hanya mencari keuntungan.


Keywords


Gembala, Panggilan, Pemeliharaan, Pengorbanan

Full Text:

PDF

References


Blackaby, H., & Richard. (2009). Kepemimpinan Rohani. Jakarta: Gospel.

Bons-Strom, D. M. (2019). Apakah Penggembalaan Itu? Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

D’Souza, D. A. (2009). ENNOBLE, ENABLE, EMPOWER Kepemimpinan Yesus Sang Almasih. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Guthrie, D. (2019). Teologi Perjanjian Baru 2. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Heward-Mills, D. (2015). Apa Artinya Menjadi Seorang Gembala. Parchment House.

Johnson, B. W. (1999). John: The New Testament Commentary. Logos Research System, Ich, 3.

Kruse, C. G. (2003). John: An Introduction add Commentary. Nottingham, England: Inter-Varsity Press.

Lutzer, E. (2010). Pastor to Pastor. Malang: Gandum Mas.

Masweli, S., & Crider, D. (2002). Gembala Sidang dan Pelayanannya. Bandung: Kalam Hidup.

Michael, J. R. (1989). New Itnternational Biblical Commentary: John. Peabody, MA: Hendrickson Publisher.

Morris, L. (1995). The Gospel According to John. Grand Rapids: Erdmans Publishing Co.

Prajogo, N. S. (2019). Implementasi Kepemimpinan Gembala yang Melayani Berdasarkan 1 Petrus 5:2-10 di Kalangan Gembala Jemaat Gereja Bethel Indonesia Se-Jawa Tengah. Harvest: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, Vol. 4(1), 1–21.

Rice, H. (2006). Manajemen Umat: Pendeta Sebagai Pengayom, Pemimpin, Pembina. Bandung: Kalam Hidup.

Ronda, D. (2011). Leadership Wisdom: Antologi Hikmat Kepemimpinan. Bandung: Kalam Hidup.

Rupa’, C. S. (2016). Ciri Khas Seorang Gembala Berdasarkan Perspektif 1 Petrus 5:1-4. Jurnall Jaffaray, Vol. 14(2), 165–188.

Sudibyo, I. (2019). Pelayanan Kepemimpinan Penggembalaan Menurut Kisah Para Rasul 20:17-38. Jurnal Teologi Gracia Deo, Vol.2(1), 46–61.

Sudomo. (2009). Ciri Utama Kepemimpinan Sejati. Yogyakarta: ANDI.

Tanihardjo, P. B. (2015). Integritas Seorang Pemimpin Rohani. Yogyakarta: ANDI.

Tenney, M. C. (1996). Injil Iman: Suatu Telaah Naskah Injil Yohanes Secara Analitis. Malang: Gandum Mas.

Tidbal, D. J. (1986). Skillful Shepherds. Leicester, England: Inter-Varsity Press.

Whitarce, R. A. (1999). John. Downers Grove: Inter-Varsity Press.

Wrigth, W. C. (2000). Relational Leadership A Biblical Model for Leadership Service. Carlisle Cumbria: Paternoster Publishing.

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif di Dalam Penelitian Agama. Evangelical: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, Vol. 4(1), 28–38.




DOI: https://doi.org/10.46965/jch.v5i1.617

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright © 2020
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung
Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
email: info@iakntarutung.ac.id